Ketika puisi mengkhianati kata-kata
Bagaimana lagi penyair mengeja
makna?

Ketika api kehilangan cinta
maka apa lagi yang tersisa?

Engkaulah saja

Maka maklumkanlah diri ini
yang datang kembali, lagi dan lagi
terbata, tergugu,
Tersungkurjatuh di depan pintu-MU ya Rabb


Related Posts by Categories