Rino (nama samaran), 43, terduduk lemas. Perselingkuhan istrinya membuat pria pekerja keras itu kaget, geram, tak percaya,kecewa, dan pasrah. Hancur sudah harapannya memiliki sebuah rumah tinggal. Luluh lantak juga upayanya menyisihkan gaji bulanan, selama sepuluh tahun terakhir. Semua gara-gara selingkuh, kuh, kuh!

Lima belas tahun lalu, Rino menikahi wanita yang dicintainya, sebut saja Tina (38) di Yogyakarta. Dua tahun kemudian, setelah anak pertama lahir, mereka pindah ke Jakarta. Mereka mengontrak sebuah rumah di kawasan Cileduk. Karena lingkungan rumah itu dirasa kurang sehat, dua tahun kemudian Rino memboyong keluarganya ke Kebonjeruk. Rumah mungil itu penuh pepohonan, sehingga hobi Rino bercocok tanam agak tersalurkan.

Malu lima tahun menjadi "kontraktor" alias pengontrak rumah, Rino dan Tina sepakat menyisihkan gaji bulanan untuk membeli rumah sendiri. Uang tabungan ini disimpan dalam rekening bank atas nama Tina. Rino pun minta izin pulang agak malam, untuk mencari "tambahan" penghasilan, membantu bisnis percetakan temannya di kawasan Kedoya.

Sepuluh tahun berlalu, Rino merasa, sudah waktunya mereka memiliki rumah sendiri. Apalagi tabungan di bank sudah cukup, harga properti pun sedang miring. Makanya, dia begitu sumringah ketika seorang teman kantor menawarkan sebuah rumah di daerah Srengseng, Jakarta Barat. Harganya pas di kantung, kondisi rumah plus lingkungannya oke punya.

Sore itu,dengan hati berbunga, Rino memarkir motor di teras rumah yg sudah dikontraknya 11 tahun. Tina yang sedang menyetrika, ditariknya ke dalam kamar. "Aku sudah menemukan rumah. Suasananya sejuk seperti di sini. Harganya pun terjangkau." Anehnya, air muka Tina berubah drastis. "Besok kita lihat ke sana. Aku sudah kasih persekot," bujuk Rino.

Makin aneh, Tina malah menangis. "Maaf, Mas," akhirnya dia bicara, "Uangnya sudah kupakai membantu perawatan bapak tempo hari,dan membantu kuliah Dik Anto dan Dik Wanti. Sisanya tinggal Rp 20 juta saja." Byar! Bagai tersambar petir, Rino langsung tak berdaya, Nyaris pingsan dia.

Kasus perselingkuhan, memang ibarat makanan basi. Walaupun dibungkus rapi, suatu saat akan mengeluarkan aroma tak sedap. Sumarni (63), misalnya. Selama 40 tahun mendampingi Broto, mantan karyawan salah satu maskapai penerbangan, seorang figur suami dan ayah ideal yang setia dan mencintai keluarga. Rumah tangga mereka membuahkan enam orang anak dan 11 cucu. Sayang, dua tahun lalu Broto meninggal dunia karena serangan jantung.

Suatu pagi,saat menyuapi cucu,seorang pemuda mengetuk pintu pagar. Karena mengonfirmasi alamat Pak Broto, ia dipersilakan masuk dan duduk di teras. Sumarni terheran-heran mendengar kisah si pemuda asal Malaysia yang mengaku telah bertahun-tahun mencari ayahnya. Ia yakin ayahnya masih hidup, meski sejak kecil ibu dan keluarganya bilang, sang ayah sudah meninggal. Si pemuda lantas mengeluarkan sebuah foto. Foto seorang ayah sedang menggendong bayi.Foto itu, ternyata, foto Broto!

Sumarni hampir pingsan. Tampaknya, ketika bertugas setahun di negeri jiran, suaminya yang baik hati itu berselingkuh, hingga punya anak. Untunglah, nenek bijak itu cepat menguasai diri. Ia bahkan mengantarkan anak tirinya itu berziarah ke makam Broto. Ketabahan hati yang dipuji oleh Sukiat. Meski ceritanya mungkin akan berbeda, jika Broto masih hidup.

Banyak jalan selingkuh

Tak dipungkiri oleh Sukiat, ketika tahu pasangannya selingkuh, umumnya reaksi suami atau istri pasti frustasi atau kecewa berat. Sebab, harapan agar pasangan selalu komit terhadap kesepakatan bersama, ternyata dilanggar. Rata-rata mereka yang tersakiti akan bertingkah laku agresif. Artinya, menyatakan kekecewaan dengan menyerang dan menyakiti fisik atau perasaan orang lain, baik secara verbal maupun nonverbal.

Tingkah laku agresif verbal misalnya mengucapkan kata-kata yang langsung menyakiti atau lewat sindiran-sindiran pedas. Sementara tingkah laku nonverbal antara lain berbentuk penyerangan fisik, ngambek, mogok bicara, mogok berfungsi sebagai istri atau suami, dan sejenisnya.

Selain itu, orang yang frustasi bisa menampilkan tingkah laku blocking dalam bentuk depresi atau murung, sedih yang berkepanjangan. Yang jarang terjadi, "Si pasangan bertingkah laku adaptif rasional, yaitu tanpa emosi negatif yang berlebihan seperti marah, murung, jengkel,dan lain-lain. Ia berusaha memahami mengapa pasangannya melakukan perselingkuhan. Lalu mencari alternatif pemecahannya," terang Sukiat, sembari mencontohkan reaksi positif Sumarni.

Sedangkan pihak yang berselingkuh, setelah perbuatannya diketahui pasangan, biasanya langsung bereaksi defensif. Pertama-tama ia akan dengan keras tidak mengakui perbuatannya. Dengan berbagai dalih mempertahankan diri, tak mungkin dirinya berselingkuh. Namun, setelah disajikan bukti-bukti nyata, ia akan menyerang balik dengan menyalahkan pasangannya sebagai penyebab perselingkuhan. Misalnya, menyalahkan sikap dan perbuatan pasangannya yang begini dan begitu.

Bila suami yang berselingkuh, menurut Sukiat, ia akan kebingungan dan stres berkepanjangan. Hal ini karena rasa tanggungjawabnya. "Ia tak bisa meninggalkan istri dan anak-anaknya, juga sulit melepas WIL- nya. Kecuali salah satu dari mereka, istrinya atau WIL-nya, ngotot untuk berpisah." Sebaliknya, bila istri yang berselingkuh, ada yang sampai tega meninggalkan keluarganya.

"Hal ini dapat dipahami, karena dalam hal bercinta, perempuan menganut penyerahan total," kata Sukiat. Meski dia juga mengakui, ada pula pihak istri peselingkuh yang kembali pada suami dan anak- anaknya.

Omong-omong, bagaimana sebenarnya perselingkuhan bisa terjadi?

Berdasarkan pengalaman praktik Dr. Sukiat, umumnya suami berselingkuh ketika istri mulai "tidak nyambung" lagi ketika diajak bicara, baik dalam topik pembicaraan maupun wawasannya. Dengan kata lain, tidak dialogis lagi. Bisa juga lantaran si istri hilang respek terhadap suami, sehingga cenderung menyalahkan, menuntut, bahkan merendahkan suami.

Selingkuh bisa pula terpacu oleh keinginan advonturir seks, atau ada masalah dalam kehidupan seksualnya dengan istri, yang tidak diungkapkan. Sebaliknya, tandas Sukiat, istri berselingkuh umumnya bukan karena seks sebagai faktor utama, melainkan karena kesepian secara batiniah. Maksudnya, "Suami kurang peduli, kurang perhatian, kurang mengasihi yang ditunjukkan secara nyata, kurang mengayomi, dan tidak ada lagi hal-hal yang perlu dikagumi pada diri suami."

Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Pertama-tama, masing-masing pihak harus mengelola emosinya. Dalam keadaan emosi tinggi, bukannya penyelesaian yang akan terjadi, melainkan pertengkaran yang tambah meruncing. "Bila emosi dalam keadaan rendah, masing-masing pihak akan sabar dan mau mendengar secara utuh serta memahami pihak lain. Masing-masing juga mau mengungkapkan pendapat serta perasaannya tanpa menyakiti hati pihak lain," jelas Sukiat.

Setelah memahami pihak lain, selanjutnya ditinjau ulang pemahaman tentang tujuan berkeluarga. Apabila tujuannya sama, misalnya membesarkan dan mendidik anak untuk menjadi manusia dewasa yang berguna, barulah didiskusikan berbagai alternatif jalan keluar dari permasalahan itu. "Satu hal yang perlu diperhatikan, jagalah kesabaran. Perubahan tidak akan terjadi seperti membalikkan telapak tangan. Bisa terjadi sebulan, berbulan-bulan, bahkan mungkin bertahun atau berpuluh tahun." Sesungguhnya masih banyak dan banyak lagi contoh kasus selingkuh yang ada di sekitar kita dan keseharian kita, hanya saja hati nurani anda yang tentunya dapat menjawab semua itu, selingkuh kah kita ?

Berdasarkan pengalaman,setelah jalan keluar ditemukan, pihak yang diselingkuhi biasanya menuntut terjadi perubahan dengan cepat dan segera. Padahal, sikap itu akan membuat masalah kembali ke titik nol. Jadi, "Sikap sabar akan sangat, sangat membantu," tutup Dr.Sukiat. (Dharnoto/Intisari)

Sumber: Selingkuh Bukan Cuma Seks! - KCM

buka mata..
pasang telinga..
selingkuhkah pasangan Anda?
..

Related Posts by Categories



27 comments

kun mengatakan... @ 23 Mei 2009 05.52

wah, kita mang perlu buka mata buka telinga!! tapi pasanganku c gak c hehe

blognyaopa mengatakan... @ 23 Mei 2009 06.27

mb' selingkuh itu bisa disebut penyakit kagak yah??

Muchlisin mengatakan... @ 23 Mei 2009 07.25

Semoga Allah selalu melindungi keluarga kita dan menjadikannya keluarga sakinah mawaddah wa rahmah

Mellyta siregar mengatakan... @ 23 Mei 2009 08.45

Selingkuh?!
Mudah2an gak akan terjadi yach!

WAHYU mengatakan... @ 23 Mei 2009 10.15

JANGAN PERNAH KAU SELINGKUH (ANGKASA BAND)

UPGRADE BROWSER KAMU

MOZILLA FIREFOX 4.0 YANG KEREN BANGET

stom mengatakan... @ 23 Mei 2009 12.06

Yang posting pernah selingkuh ga? :D

jerova mengatakan... @ 23 Mei 2009 12.38

pengalaman pribadi ya sob..(hehe becanda kok)
bener tuh kata wahyu jangan pernah selingkuh

ajie mengatakan... @ 23 Mei 2009 14.15

aduh masa selinkuh sih

Denny mengatakan... @ 23 Mei 2009 19.14

Selingkuh bisa jadi penyakit, atau bisa di sebut candu.
mungkin kita harus instropeksi bila pasangan kita selingkuh, dan kita harus selalu bersabar terhadap segala godaan.

semoga aku tetap bertahan.. amien

Opung mengatakan... @ 23 Mei 2009 20.07

Setuju nih..selingkuh itu bukan cuma sex..banyak hal diluar itu yg bs dikategorikan selingkuh even itu bukan dengan lawan jenis.

Wiran mengatakan... @ 24 Mei 2009 00.52

Benar sekali mas.
Perselingkuhan tidak terbatas hanya urusan dibawah "udel". Banyak hal yang kadang tanpa kita sadari sebenarnya kita sudah memasuki area "perselingkuhan" itu. Makanya tepat juga yang ditulis mas itu :
>>buka mata..
>>pasang telinga..
Peace...

buwel mengatakan... @ 24 Mei 2009 01.21

Duuuuh infonya makin keren dan bermanfaat ajah nih, bener2 tuh ternyata selingkuh bukan cuma karena seks......mungkin kalo menyelingkuhi tuhan namanya syirik kali ya ris......

dmathholic mengatakan... @ 24 Mei 2009 18.06

Begitu ya, tulisan yang menarik (seperti tangan aja menarik)

SELINGKUH = SELingan INdah Keluarga utUH.
(kan enak) :))

Dhiela Dot Com mengatakan... @ 25 Mei 2009 02.02

biasanya orang yang curang ini bisa diketahui akhirnya dari perlakuan mereka yang berubah secara drastik dan tidak masuk akal ... tetapi harapnya tidak semua begitu kerana dunia ini masih butuhkan 'percaya' untuk kekal aman ... :)

wongapik mengatakan... @ 25 Mei 2009 14.37

Selingkuh??? mudah2an di jauhi dari selingkuh dan diselingkuhi :)

blog sedekah mengatakan... @ 26 Mei 2009 06.11

selingkuh bs terjadi scr g kebetulan,misal,
1. fisik relatif tp dimatanya emang menarik
2. wawasan ckp jauh
3. kt bth tempat curhat dan sebaliknya
4. frekuensi bertemu sangat tinggi
5. akhirnya terjadi pemberian perhatian spt hadiah,,bs berupa bingkisan ultah atau paling minimal kirim pulsa
jd emang bener klo selingkuh tdk hanya sex rist,,


nc post
thx u

Jeri mengatakan... @ 26 Mei 2009 14.19

Selingkuh??,
Sprti artis yg lg heboh skrng.
Mlah selingkuh drmh sndri, gile bnerr.

asrizal wahdan wilsa mengatakan... @ 26 Mei 2009 21.24

yaps, bener banget apa yang admin tulis, keren sob... mampir akh ke personal blog saya, dan komentar disana ya

sewa mobil mengatakan... @ 27 Mei 2009 09.46

saya tipe pria "setia" (selingkuh tiada akhir)....:P
nice post

Suzi Leoni mengatakan... @ 27 Mei 2009 11.20

Makasih, Mbak.. Postingan yang bagus.. Lumayan jadi nambah ilmu dan wawasan.. Tapi bukan ttg selingkuhnya lho.. Hehe..

Oya, Mbak.. Ada award untuk Mbak dari blog saya.. Silakan diambil ya.. Hehe.. ;)

SAHABAT PENA mengatakan... @ 27 Mei 2009 11.25

jaman sekarang ini udah semakin edan masak bilang "SELINGKUH ITU INDAH" ya indah bagi dirinya memang dunia itu indah tapi hanya sementara.
PILIH SATU DIANTARA TIGA INI:
1. BAHAGIA DUNIA SENGSARA AKHIRAT
2. SENGSARA DUNIA BAHAGIA AKHIRAT
3. BAHAGIA DUNIA AKHIRAT
pilih dan perjuangkanlah.

Ahmad mengatakan... @ 27 Mei 2009 14.01

Bener Banget tuh...!!!

rozy mengatakan... @ 1 Juni 2009 12.18

selingkuh itu enak, tapi kalau diselingkuhi tidak enak

JHONI mengatakan... @ 2 Juni 2009 10.22

wah...wah info yang menarik.....moga aja gak kejadian sama saya.....moga bisa kuat dengan pasangan saat ini...THANKS GOD!!!

Belajar SEO para pemula mengatakan... @ 2 Juni 2009 15.49

Hmmm.... ilmu baru buat yg baru memulai rumah tangga nih

obat diabetes melitus mengatakan... @ 28 Juni 2011 07.57

udah ngapain sii pake slingkuh sgala...
padahal keluarga lebih penting dari segalanya...
kasian juga pada ank'y,, dia bisa menjadi korban ats kelakuan ortunya...

Biaya Umroh 2012 mengatakan... @ 12 Maret 2012 11.48

semoga tidak terjadi hal yg demikian terhadap saya dan orang2 yg saya sayangi..

Poskan Komentar