Inalillahi wa ina ilaihi roji'un.. Bencana alam terjadi lagi di negeri Indonesia tercinta di saat para politisi berdasi sedang berancang-ancang tuk menggemakan Kampanye Damai Indonesia Pemilu Indonesia 2009 justeru rakyatnya kembali menangis dan berduka akibat bencana alam yang tak di duga-duga yaitu Jebolnya Tanggul Situ Gintung di Cirendeu Ciputat Tanggerang .

Menurut informasi yang saya baca tanggul ini dibuat tahun 1933 pada zaman belanda dan belum pernah sekalipun di renovasi padahal persis dibawahnya terdapat banyak pemukiman warga. Tanggul ini pernah jebol pada bulan November 2008 berikut kutipannya dari new.okezone :
Jebolnya tanggul Situ Gintung, Cirendeu, Ciputat Tangerang ternyata bukanlah yang pertama kali. Akhir tahun lalu, tepatnya November 2008, tanggul tersebut juga pernah jebol.Hal itu diungkapkan warga RT 04/08, Cirendeu Ibu Tuty kepada okezone di lokasi kejadian, Jumat (27/3/2009).

"Tapi hanya di bagian bawahnya saja," katanya.

Saat itu, akibat jebolnya tanggul di bagian bawah, terjadilah banjir. Namun, tidak sebesar saat ini. Warga pun kemudian bergotong royong memperbaiki tanggul bagian bawah tersebut.

Sebelumnya, tanggul ini jebol saat salat subuh. Karena kebanyakan warga sedang tidur. Air yang masuk mendadak ke dalam rumah ini mengakibatkan sekitar 35 orang meningggal dunia". Ini salah siapa ?

Selain merendam wilayah Ciputat dan Cirendeu yang masuk wilayah Tangerang, jebolnya tanggul Gintung juga menyebabkan sejumlah kawasan di Jakarta Selatan ikut terkena imbas. Di antaranya di kelurahan Bintaro RT 07/05, Pondok Pinang RT 05/14, dan Cipulir RT 10/08

Pada kesempatan tersebut berbondong-bondong para politisi mendatangi lokasi bencana untuk memberikan bantuan moril maupun materiil dan yang pasti sekaligus berkampanye mencari dukungan dari rakyat (agar jalannya mulus menuju kursi "panas") yang sedang dirundung duka.

Semoga rakyat lebih cerdas lagi memilih Wakil Rakyatnya yang lebih peduli dengan alam sekitarnya sehingga bisa meminimalisir bencana alam yang bisa terjadi kapan saja tanpa pandang bulu. Pada saat postingan ini dibuat jumlah korban yang meninggal mencapai 43 orang.

Semoga Allah SWT memberikan ketabahan dan kesabaran bagi saudara-saudaraku yang tertimpa musibah tersebut dan menerima arwah yang meninggal disisiNYA, Amin...ya Robbal alammin......

Related Posts by Categories



31 comments

Semar Badranaya mengatakan... @ 27 Maret 2009 14.44

Inilah bukti dari ketidak-seriusan para pemimpin.... mereka sibuk cari posisi aman.
Mestinya hal seperti ini tidak mesti terjadi jika saja kita punya sistem yang bagus terutama untuk pembangunan dan perawatan infrastruktur..... selain itu mereka lagi sibuk yang ini nih... http://semar-badra-naya.blogspot.com/2009/03/blt-dpt-ancaman-bom-terus.html

sri mengatakan... @ 27 Maret 2009 14.48

Hi friend.. Interesting post.. Nice blog work.. keep it up..
will drop by your site often.. Do find time to visit my blog and post your comments..
Have a great day.. Cheers!!!

jerova mengatakan... @ 27 Maret 2009 15.17

kebiasaan bangsa kita ,selalu mencari siapa yang salah , baru bertindak jika sudah terjadi musibah tidak pernah berfikir bagaimana untuk mengantisipasi agar tidak terjadi bencana...
ini hanyalah salah satu dari ribuan bencana dibangsa kita...belum lagi kasus sekolah sd roboh,hujan es,banjir,tanah longsor...
mungkin ini saat nya kita lebih care terhadap alam ,agar alam menjadi bersahabat dengan kita kembali...
dan buat yang diatas agar lebih care terhadap rakyat...bukan sok simpati jika sudah terjadi musibah...

mel_anie mengatakan... @ 27 Maret 2009 15.45

um,, mel aja turut sedih mendengar ini... lagi lagi tragedi malang menimpa saudara-saudara kita... Ini bukan soal salah menyalahkan, tapi perlu penegasan dan kepedulian akan betapa pentingnya menjaga Lingkungan sekitar, jangan bersikap masa bodoh, karena siapapun yang tidak mau peduli pada lingkungannya, jangan salahkan bila Bumi ini sudah tak mampu mendukung dan menopang kehidupan manusia yang semakin hari semakin membludak dan egois akan kepuasan duniawi semata...

Um,Bencana itu adalah akibat dari perilaku manusia juga kok!!^_-

Salam persahabatan
Keep Share

^_-

bunda azka mengatakan... @ 27 Maret 2009 19.13

Hemm... bencana mmg gak pandang bulu. Ngeri juga ya klo bencana terus-terusan dateng. Yg pasti sih calon wakil rakyat harus lekas mengatasi hal ini.

kha mengatakan... @ 27 Maret 2009 19.30

ini semua salah semua orang.....
salah kita juga

besok jangan lupa matiin lampu 1 jam yah
keep our earth

( Salam kenal )

ali mengatakan... @ 27 Maret 2009 20.23

Memang pada hakikatnya ketetapan yang sudah tuhan tetapkan tak mungkin bisa berubah kan ris, tapi kalo di kasus ini memang kita harus selalu instropeksi diri agar kejadian2 selanjutnya yang seperti ini di masa akan datang bisa di minimalisir. Untuk para pemimpin kita mudah2 an aja jangan cuma umbar janji untuk mensejahterakan para pendukungnya tetapi kita sangat membutuhkan bukti, sehingga kalopun ada bencana alam , kita bisa bilang bahwa itu murni bencana alam.....untuk postingan ini bahasa kamu seperti wartawan senior aja sih ris, hebat deh.....kereeeeeen

frizzy mengatakan... @ 27 Maret 2009 20.24

Turut berduka dan prihatin atas bencana yang terjadi di situ gintung. Semoga para pemimpin yang dari kemarin2 (waktu kampanye) bilang memihak rakyat, sadar dan mau memperbaiki kinerjanya. Nyatanya bendungan kuno yg sudah sompal-sompel gak diperhatikan padahal banyak melewati kehidupan masyarakatnya.

Salam, frizzy

budiawanhutasoit mengatakan... @ 27 Maret 2009 20.44

lucu ya liat para caleg itu..memanfaatkan musibah utk kampanye..
makanya wajar aja makin banyak yg golput..

saya turut berduka cita atas musibah di Situ Gintung..

dmathholic mengatakan... @ 27 Maret 2009 21.54

salah airnya,....
dia mau datang ga bilang2....:)

Li mengatakan... @ 27 Maret 2009 23.21

musibah namanya juga sob....
musibah bisa terjadi dimana saja dan kepada siapa saja...!!!

aakdidik mengatakan... @ 27 Maret 2009 23.37

Lepas dari Takdir, sebagai manusia yang belajar dan berkembang. mari kita berkaca dari negara lain yang pernah mengalami untuk jadi bahan pembelajaran. jadi akan ada antisipasi dini. selain itu juga dengarlah keluhan masyarakat disekitar yang melaporkan adanya kejanggalan.jangan geger bila dah terjadi. tabh itu doa yang tepat bagi keluarga korban. kun faya kun. allahu akbar

Blog Sejarah mengatakan... @ 28 Maret 2009 00.57

turut dukacita juga nih. wahai para caleg jgn cuma sibuk kampanye tapi liat juga nih sodara2 qta yg trtimpa musibah...

Dian Manginta mengatakan... @ 28 Maret 2009 00.58

Hello,

Aku mengajak juga melihat artikel dalam topik serupa:

Tsunami Kecil di Tangerang

Ini adalah seruan agar kita membangun masyarakat yang lebih antisipatif dalam bencana.

Terima kasih...

Salam,
D-

bayu nugroho mengatakan... @ 28 Maret 2009 01.01

kita harus banyak belajar lagi, masa dari tahun kuda belum pernah direnov sie. semoga arwah ibadah diterima oleh Tuhan YME...

rizoa mengatakan... @ 28 Maret 2009 07.45

ya..mo gmana lagi... salah siapa coba klu dah bencana gini,,,, btw sukses kampanye damai iah,.,

fidi mengatakan... @ 28 Maret 2009 22.43

yap... kita bantu mereka ... doa kan mereka tabah

torik mengatakan... @ 29 Maret 2009 00.46

ya salah manusiannya yang sudah merampas hak tempat tinggal air di tinggalin manusia

kh mengatakan... @ 29 Maret 2009 00.49

Waduh....Salah Siapa ?
kok gitu sih ?
Gak usah mencari siapa yang salah, Setiap Musibah kalau bukan merupakan ujian dan peringatan bisa jadi merupakan azab dari Sang Choliq ? Kalau dari kacamata saya, Setiap melihat bencana selalu ada bangunan yang dengan gagah berdiri megah ( Tempat Ibadah ), Barangkali ini merupakan peringatan buat kita semua, untuk senantiasa semakin mendekatkan diri, mengisi hidup dengan peningkatan Ibadah.
......Mungkin Tuhan mulai bosan, melihat tingkah kita...........

IHSAN mengatakan... @ 29 Maret 2009 15.14

dasar politisi

kaya gini baru berlomba2 nyari poin untuk kampanye

pasang muka gitu

untuk korban dan keluarganya, mudah2an tabah
aamiiin

che_3z mengatakan... @ 29 Maret 2009 21.21

Salah siapa??Hemm..
Semua bisa disalahkan..
Tapi setiap musibah dari Tuhan itu mutlak gak bisa disalahkan..
Hayo sapa yg mw menyalahkan Tuhan..:)
Semoga para korban mendapatkan kesabaran & ketabahan.Amin..

awan_clickerz mengatakan... @ 29 Maret 2009 23.12

ta ada yg harus disalahkan, semua telah terjadi, kiat tinggal benahi apa yg sekarang ketahuan bolong2nya, apa salah satunya itu birokrasi?.
why not !


Yup !

Semar Badranaya mengatakan... @ 30 Maret 2009 10.59

salah yang ini juga nih....

Salam Semar

iam mengatakan... @ 30 Maret 2009 11.02

semoga amal para korban diterima dan dilipatgandakan oleh Allah. amiin. dan yang ditinggalkan tetap sabar..

Suzi Leoni mengatakan... @ 30 Maret 2009 11.03

Innalillahi wainna ilaihi roji'un..
Saya turut berduka atas musibah ini, Mbak..
Semoga arwah korban yang meninggal mendapat tempat yang layak di sisi Allah dan diampuni segala dosanya.. Amin..

Dan semoga kita semua (terutama Pemerintah) dapat memetik pelajaran berharga dari peristiwa ini.. Agar kejadian serupa tidak terjadi lagi..

IMAM MEQELS mengatakan... @ 30 Maret 2009 11.20

Satu akibat dari keserakahan kita sebagai manusia yang tak bisa mensyukuri dan tak bisa menjaga alam dengan baik,kalau sudah begini kita tak bisa saling salahkan semua kita bertanggungjawab,segera buka mata hati mata bathin segera memohon ampunan dari TUHAN karna semua berasal dan kembali padaNYA,salam


wwwwantduit.blogspot.com

Lyla mengatakan... @ 3 April 2009 09.06

ya gitu lah akibat ulah manusia, mestinya ada keseimbangan.

Bisnis Online mengatakan... @ 9 April 2009 20.19

Kalau menurut saya gak perlu nyari siapa yang salah dan siapa benar. Yang penting ambil hikmahnya saja, bukankah semua yang terjadi atas diri kita sdh merupakan janji (takdir)yg sdh di terima sebelum kita dilahirkan. Sebab bila setiap kejadian (malapetaka) kita selalu sibuk mencari siapa salah, lalu kapan kita bisa berbuat benar. Karena kebenaran hanya bisa dicapai setelah segalanya kita lakukan dengan "benar" pula.

eri-communicator mengatakan... @ 12 April 2009 10.54

salah kita semua, salah para konglomerat yang mempunyai duit banyak, fungsi situ sudah berubah menjadi tempat wisata dan perumahan, akibatnya kita semua yang rugi.

401notfound mengatakan... @ 17 April 2009 23.56

situ gintung..hmm knapa ad bencana lage...
y ampun manusia sudah kay semut waktu itu...astagfirullah...

mas bisa tukerlink ng?
senang bs silahturahmi^^

canonsky mengatakan... @ 1 Mei 2009 03.33

Situ Gintung....
Ini teguran buat kita semua....

Poskan Komentar