MARHABAN ya Ramadhan. Selamat datang wahai bulan yang disucikan Allah. Bulan mulia, penghulu dari segala bulan. Umat Islam sudah selayaknya bersyukur karena kita masih diberi kesempatan untuk mengecap indahnya beribadah di bulan mulia ini. Tidak ada bulan yang paling mulia selain Ramadhan. Bahkan,
Rasulullah saw menobatkan bulan ini sebagai
syahrul mubarak atau Bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dosa bagi setiap
hamba Allah.
Bulan Ramadhan memang akan membuahkan hikmah yang tiada ternilai bagi mereka yang melewati
sepuluh hari pertama hingga sepuluh hari terakhirnya dengan amal-amal saleh, terutama bagi mereka yang
senantiasa istiqamah menjalankan
saum, tarawih, tadarus, dan qiamulail.
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana (hal serupa) telah diwajibkan atas umat-umat sebelum kalian, agar kalian
menjadi hamba yang bertakwa." (Q.S. al Baqarah [2]:183).
Banyak sekali keutamaan di bulan Ramadhan yang membuatnya menjadi saat-saat indah penuh pesona. Pada bulan ini
Al-qur'an diturunkan, pahala dilipatgandakan, pintu-pintu surga dibuka lebar, dan pintu-pintu neraka ditutup rapat. Keindahan Ramadan terletak pula pada curahan rahmat-Nya di
sepuluh hari pertama, limpahan magfirah atau ampunan-Nya di sepuluh hari kedua, dan janji pembebasan dari api neraka pada sepuluh hari terakhir. Di sepuluh hari terakhir itulah, terdapat
malam lailatulqadar atau malam seribu bulan. Malam di mana setiap mereka yang beriktikaf dan beribadah mendapat ganjaran sepadan dengan pahala seribu bulan. Subhanallah!
Di bulan Ramadan ini, Allah SWT menjanjikan akan menjamu hamba-hamba yang beriman. Sedemikian spektakulernya jamuan Allah, sampai-sampai bagi siapa pun yang melewati saat-saat Ramadan ini dengan sebaik-sebaiknya, dia akan mendapat jaminan keselamatan di dunia dan akhirat. Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa yang berpuasa Ramadan dengan keimanan dan hanya mengharap ridha Allah SWT, akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu." (H.R. Muslim).
Oleh karena itu, seharusnya kita bersimbah air mata karena merasa sangat ingin menikmati jamuan Allah SWT pada bulan Ramadan ini. Coba perhatikan! Apabila seorang dermawan yang kaya raya dan mulia akhlaknya mengundang kita untuk dijamu di tempatnya, tentu kita akan merasa gembira karenanya. Demikian halnya dengan datangnya bulan Ramadan. Apalagi Ramadan bukanlah jamuan dari makhluk, melainkan jamuan langsung dari Pencipta Alam Semesta Yang Mahatahu segala derita dan harapan kita.
Mulai saat ini, pantang bagi kita untuk menyia-nyiakan perpindahan detik demi detik di bulan Ramadan ini tanpa amalan apa pun. Ramadan ini sungguh sangat berharga bagi kita sehingga kita harus memperhitungkan agar setiap ucapan, pikiran, dan perilaku kita menjadi amal saleh.
Bulan Ramadhan adalah bulan pelatihan untuk membuat akhlak dan pribadi kita menjadi lebih indah. Kita dapat mengibaratkan Ramadan sebagai kepompong. Coba kita lihat apa yang terjadi dalam kepompong! Bermula dari ulat yang menjijikkan, kemudian melakukan proses metamorfosis, dan akhirnya keluarlah kupu-kupu indah yang beterbangan kian kemari. Artinya, jika segala aktivitas kita cocok dengan ketentuan-ketentuan "metamorfosis" dari Allah, niscaya akan mendapatkan hasil yang mencengangkan, yakni menjadi manusia yang berderajat muttaqiin atau hamba yang bertakwa sebagaimana tujuan dari perintah ibadah saum dalam Alquran surat al-Baqarah ayat 183.
Semoga Allah Yang Maha Menyaksikan, senantiasa melimpahkan inayah-Nya, sehingga setelah "kepompong" Ramadan ini kita masuki, kita dapat kembali pada fitrah bagaikan bayi yang baru lahir. Sebagaimana seekor ulat yang keluar dari kepompongnya dan menjadi seekor kupu-kupu yang amat indah nan memesona. Sekali lagi, niatkan seluruh gerak hidup dan ibadah kita hanya untuk meraih rida Allah. SELAMAT BERJIHAD MENGENDALIKAN HAWA NAFSU dan selamat menikmati jamuan Allah swt di bulan RamadHan ini. Wallahua'lam.
Oh ya, pada kesempatan ini saya juga mau MINTA MAAF LAHIR DAN BATHIN pada temen-temen blogger semua dan tak lupa saya juga sudah membuka pintu maaf bagi temen-temen semua.
MA'AFIN YAH KESALAHANKU...